06 Februari 2026

Bangka, Faktamediababel.com —

Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang berhasil mengevakuasi seorang nelayan asal Pangkalarang, yang terombang-ambing selama lebih dari 11 jam di perairan Rebo, Bangka, setelah kapal yang ia tumpangi bersama anaknya mengalami kebocoran dan mati mesin, Senin, 22 September 2025.

Nelayan berinisial P (L/50), bersama anaknya A (L/10), diketahui berangkat dari Dermaga Nelayan 2 Sungailiat menuju Pelabuhan Pangkalbalam, pada 21 September 2025, pukul 17.00 WIB. Namun nahas, sekitar pukul 21.15 WIB, kapal yang mereka gunakan mengalami kerusakan mesin dan kebocoran di sekitar perairan Rebo.

Dalam kondisi darurat, P sempat menghubungi istrinya untuk meminta pertolongan. Namun setelah itu, komunikasi terputus dan keberadaan mereka tidak lagi terlacak. Keluarga korban kemudian menghubungi Kansar Papertolongan, untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan.

Menerima laporan tersebut, Kansar Pangkalpinang segera mengerahkan satu tim rescue, menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Karna 246 menuju lokasi kejadian. Beberapa nelayan dari Pangkalarang juga turut membantu pencarian dengan kapal masing-masing. Penyisiran dilakukan secara intensif di area perairan Rebo dan sekitarnya.

Setelah pencarian selama hampir 11 jam, pada pagi hari, 22 September 2025, kapal korban akhirnya ditemukan di sekitar perairan Tanjung Pesona dalam kondisi terombang-ambing.

“Kita melakukan upaya pencarian terhadap kapal korban yang dikabarkan mengalami kebocoran dan mati mesin semalam di perairan Rebo. Alhamdulillah, pagi ini korban beserta kapalnya berhasil ditemukan,” jelas I Made Oka Astawa, Kepala Kansar Pangkalpinang.

Oka menambahkan, kapal korban ditemukan oleh seorang nelayan yang secara tidak sengaja melintas di sekitar lokasi. Setelah menerima informasi, tim SAR langsung menuju titik koordinat dan berhasil mengevakuasi korban ke atas KN SAR Karna. Kapal korban pun turut ditarik ke Dermaga PTS Pangkalbalam.

“Terima kasih kami ucapkan kepada segenap unsur SAR gabungan, yang terlibat dalam proses evakuasi. Operasi SAR resmi kami nyatakan ditutup,” tutup Oka.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kedua korban dalam keadaan selamat meskipun sempat mengalami kelelahan akibat terombang-ambing di laut semalaman. (*)

Share this content:

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *