
Pangkalpinang, Faktamediababel.com —
Sosok aktivis sekaligus konten kreator yang akrab disapa Batara, kembali mengguncang publik setelah menyatakan kesiapannya menggelar aksi “Ngamen 22 Juta Koin Untuk Solidaritas Ibu Hellyana”, pada 25 November 2025 mendatang di depan kantor Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang.
Aksi ini ditengarai sebagai bentuk dukungan bagi Ibu Hellyana yang juga Wakil Gubernur Bangka Belitung, yang sedang menjalani proses hukum atas kasus dugaan penipuan senilai Rp22 juta terhadap Adelia Saragih.Â
Dalam akun tik toknya, Batara menegaskan bahwa aksi ini bukan sekedar penggalangan dana, namun sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral bagi Ibu Hellyana.Â
“Ini bukan tentang keberpihakan, ini bukan tentang ditunggangi, ini tentang kita menolak diam terhadap ketidakadilan yang ada didepan mata kita,” ujarnya.Â
Meski terdapat sejumlah penolakan dari berbagai pihak, baik lewat pemberitaan, akun tandingan hingga ancaman langsung, Batara tetap tak bergeming. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya menyampaikan aspirasi dan diyakini merupakan aksi yang baik.
“Terkait aksi ngamen mendatang, sampai saat ini banyak ancaman yang kita terima. Bagi kalian yang punya niat jahat pada kami, yang pertama kalian pikirkan lagi lah karena kami cuma mau menyampaikan aspirasi, cuma mau bersuara lewat nyanyian, mengumpulkan dana, cuma mau berbuat baik atas apa yang kami yakini itu baik,” tegasnya.Â
Untuk diketahui kasus Hellyana berawal dari laporan Nuraida Adelia Saragih, yang merasa ditipu atas pembayaran tagihan di Urban View Hotel tempatnya bekerja, terhadap Hellyana senilai Rp 22,257.000. Meski kasus ini sempat diusulkan untuk Restorative Justice namun pihak Adelia menolak.Â
Kasus ini sendiri diketahui sudah naik ke persidangan dengan sidang perdana pada Senin, 17 November 2025 lalu, yakni agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Pangkalpinang.
Atas dakwaan tersebut pihak Hellyana menyatakan keberatan dan akan menyampaikan eksepsi atau nota keberatan pada sidang berikutnya, tanggal 25 November 2025 mendatang, yang juga bertepatan dengan aksi ngamen untuk solidaritas yang akan digelar Batara.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Batara untuk membatalkan aksi tersebut. Masyarakat berharap jikalau aksi tetap berjalan, tidak menyebabkan terjadinya benturan kedua belah pihak, karena sejatinya hukum untuk keadilan, keadilan ditegakkan untuk perdamaian.
Share this content:
