
Bangka Selatan — RSUD Kriopanting Bangka Selatan kembali memperkuat komitmennya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang adil, transparan, dan akuntabel melalui pelaksanaan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar pada Kamis (12/12). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt. Direktur RSUD Kriopanting, Himawan, serta dihadiri unsur manajemen, Ketua SPI, Ketua Mutu, PKRS, PPI, seluruh Kepala Ruangan, Koordinator/Penanggung Jawab layanan, media, dan berbagai unsur masyarakat.
FKP merupakan forum resmi antara penyelenggara layanan publik dan pengguna layanan sebagaimana diatur dalam Permen PANRB No. 16 Tahun 2017 dan Undang-Undang Pelayanan Publik. Forum ini bertujuan membahas, mengevaluasi, serta menyempurnakan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pelayanan publik agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui forum ini, RSUD Kriopanting membuka ruang dialog luas kepada publik untuk memberikan saran, kritik, serta rekomendasi perbaikan layanan yang nantinya akan disusun menjadi laporan resmi dan disampaikan kepada Kementerian PANRB.
Dalam sesi pemaparan awal, panitia menjelaskan kembali esensi FKP, yakni memastikan bahwa pelayanan publik—khususnya kesehatan—dilaksanakan secara berkualitas dan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas. FKP berfungsi sebagai jembatan antara harapan masyarakat dan kemampuan manajemen rumah sakit dalam menyediakan pelayanan terbaik.
Adapun tujuan FKP yang disampaikan meliputi:
Meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan publik, melalui evaluasi menyeluruh dari berbagai aspek manajemen rumah sakit.
Membangun sistem pelayanan yang adil, transparan, dan akuntabel, sehingga masyarakat memperoleh akses layanan tanpa hambatan.
Menyelaraskan harapan masyarakat dengan kemampuan penyelenggara layanan, terutama terkait sarana, SDM, dan alur pelayanan.
Mendapatkan masukan, saran, dan kesepahaman dari publik, agar ruang perbaikan lebih tepat sasaran.
Melibatkan stakeholder, mulai dari masyarakat, media, legislatif, hingga tenaga kesehatan dalam proses perbaikan mutu layanan.
Suasana dialog berjalan hangat dan penuh keterbukaan. Para peserta menyampaikan berbagai pandangan terkait kenyamanan layanan, kecepatan penanganan, fasilitas ruang perawatan, hingga sistem informasi yang menjadi pintu utama pelayanan pasien.
Plt. Direktur Himawan: Pelayanan Publik Harus Berbasis Aspirasi Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Direktur RSUD Kriopanting Bangka Selatan, Himawan, memberikan arahannya sekaligus menegaskan posisi FKP sebagai instrumen penting dalam upaya transformasi pelayanan kesehatan.
“Forum Konsultasi Publik ini bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi kebutuhan bagi kita untuk mengetahui apa yang benar-benar dirasakan masyarakat. Pelayanan kesehatan tidak boleh berjalan di ruang tertutup. Ia harus tumbuh dari aspirasi publik, disempurnakan dengan evaluasi, dan dijalankan melalui komitmen seluruh tenaga kesehatan di RSUD Kriopanting.”
Lebih lanjut, Himawan menegaskan bahwa RSUD Kriopanting bertekad terus berbenah dalam semua aspek layanan. Mulai dari standar mutu, efektivitas alur pelayanan, peningkatan fasilitas, hingga penguatan SDM kesehatan sebagai garda terdepan.
“Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip yang tidak bisa ditawar. Karena itu, masukan dari forum ini akan kami jadikan rekomendasi wajib yang harus ditindaklanjuti dalam rapat manajemen. Kami ingin RSUD Kriopanting semakin dekat dengan masyarakat, semakin dipercaya, dan semakin memberikan pelayanan yang manusiawi,” tambahnya.
Kegiatan ini juga melibatkan seluruh unsur penunjang mutu di rumah sakit. Ketua SPI memaparkan aspek pengawasan dan integritas layanan; Ketua Mutu menyampaikan indikator-indikator pelayanan; sementara tim PKRS dan PPI menjelaskan inisiatif edukasi publik serta pencegahan infeksi yang terus diperkuat.
Perwakilan masyarakat dan stakeholder juga turut memberikan pandangan. Mereka mengapresiasi banyaknya perubahan positif di RSUD Kriopanting, namun tetap memberikan catatan terkait kebutuhan peningkatan fasilitas tertentu, perbaikan akses layanan, serta percepatan waktu respons pelayanan.
Himawan menanggapi seluruh masukan tersebut secara terbuka dan memastikan bahwa perkembangan layanan akan dipantau melalui mekanisme evaluasi internal dan eksternal.
Rekomendasi FKP Akan Dilaporkan ke Kementerian PANRB
Sebagaimana mandat regulasi, hasil FKP ini akan dirangkum menjadi dokumen rekomendasi yang terdiri dari:
Catatan evaluasi setiap unit,
Masukan dari masyarakat dan stakeholder,
Prioritas perbaikan jangka pendek dan jangka panjang,
Serta rencana tindak lanjut yang harus dikerjakan oleh manajemen rumah sakit.
Dokumen tersebut akan disampaikan ke Kementerian PANRB sebagai bentuk akuntabilitas RSUD Kriopanting dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Himawan: “Kami Tidak Akan Berhenti Berbenah”
Forum ditutup dengan penegasan kembali komitmen Plt. Direktur Himawan:
“Kami tidak akan berhenti berbenah. Kami ingin RSUD Kriopanting menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Bangka Selatan—tempat di mana setiap pasien merasa aman, dihargai, dan dilayani dengan sepenuh hati.”
Melalui FKP ini, RSUD Kriopanting memantapkan langkah menuju pelayanan publik yang semakin profesional, transparan, dan partisipatif, sejalan dengan tuntutan masyarakat dan regulasi nasional.
Turut hadir, Management RSUD Kriopanting, Lisa Oktaviani, S.IP., MPA Anggota DPRD BASEL, Rusdiyanto perwakilan media, Ketua SPI, Ketua Mutu, PKRS, PPI, Seluruh Kepala Ruangan, Koordinator/Penanggungjawab.(Red/*).
Share this content:
