12 Februari 2026

Toboali, Faktamediababel.com –  Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPELITBANGDA) melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kecamatan Kepulauan Pongok, Rabu (11/02/2026).

Metode pelaksanaan Musrembang ini dilakukan secara hybrid yakni tatap muka dan daring melalui Zoom Meeting guna memperluas keterlibatan para pemangku kepentingan, baik dari pemerintah desa, kecamatan, maupun unsur masyarakat.

Secara langsung, jajaran BAPPELITBANGDA Bangka Selatan mengikuti kegiatan secara tatap muka dari Studio Perencanaan Pulau Kelapan, Kantor Bappelitbangda Bangka Selatan. Kehadiran tersebut dipimpin Kepala Bappelitbangda Bangka Selatan Ari Sutanto, S.Si., M.T., didampingi Sekretaris Badan Siti Kautsariyah, S.T., M.T., Kepala Bidang Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Rian Ganesha, S.T., M.T, Kepala Bidang Sosial Budaya Maya Asmayani, SE dan Kepala Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Tarulina Lumban Raja, ST, MM.

Musrenbang ini merupakan tahapan strategis dalam penyusunan RKPD, sekaligus ruang partisipatif bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan prioritas pembangunan. Setiap masukan yang dihimpun nantinya akan diverifikasi dan diselaraskan dengan prioritas daerah serta kemampuan fiskal.

Ari juga menuturkan bahwa pendekatan pembangunan yang diusung tahun 2027 berorientasi pada penguatan green economy dan blue economy, sejalan dengan potensi wilayah Bangka Selatan yang memiliki sumber daya darat dan pesisir.

“Untuk tema pembangunan, kita fokus pada penguatan green economy dan blue economy. Detail program dan arah kebijakannya nanti akan dijelaskan lebih lanjut oleh tim teknis,”ungkap Ari.

Kepala Bappelitbangda Bangka Selatan Ari Sutanto, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa Kecamatan Kepulauan Pongok diposisikan sebagai motor penggerak blue economy Bangka Selatan. Potensi kelautan dan pesisir diarahkan pada penguatan perikanan tangkap dan budidaya berkelanjutan, pengembangan ekonomi pesisir, peningkatan kualitas infrastruktur maritim, serta pengembangan wisata bahari berbasis konservasi. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepulauan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

“Kepulauan Pongok merupakan kecamatan yang sangat strategis dalam pengembangan blue economy. Potensi perikanan dan kelautan harus mampu memberikan nilai tambah melalui berbagai diversifikasi produk, sehingga benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ungkapnya.

Lebih jauh, Ari Sutanto mengatakan bahwa Fokus pembangunan daerah secara umum juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sektor pertanian dan perikanan, pengembangan UMKM, serta pemerataan pembangunan antarwilayah.

Sebagai wilayah kepulauan, lanjutnya, pelayanan pembangunan juga harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, maupun layanan dasar.

“Karena Pongok adalah wilayah kepulauan, maka layanan pembangunan harus merata. Masyarakat di pulau-pulau juga harus merasakan akses infrastruktur dan pelayanan yang sama dengan wilayah daratan,” tambahnya.

Dengan posisi strategis sebagai kawasan kepulauan, Musrenbang RKPD 2027 di Kepulauan Pongok pun menjadi tonggak penting dalam mengarahkan Bangka Selatan menuju penguatan blue economy yang inklusif, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat pesisir.

Sementara itu, Kegiatan yang telah digelar di Kecamatan Air Gegas pada 9 Februari dan dilanjutkan di Kecamatan Payung pada 10 Februari ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks green economy, Kecamatan Payung dan Air Gegas diarahkan sebagai kawasan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal melalui pengembangan pertanian berkelanjutan, hilirisasi komoditas lokal, penguatan UMKM ramah lingkungan, serta peningkatan nilai tambah sektor perkebunan dan peternakan, sehingga tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan ketahanan sumber daya alam.

Share this content:

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *