
Bangka Selatan, Faktamediababel.com — Perkembangan terbaru kembali mencuat dalam penanganan dugaan kasus mafia tata kelola timah di Kabupaten Bangka Selatan. Setelah dilakukan penggeledahan oleh tim dari Bareskrim Polri di kediaman pengusaha berinisial AS, pihak penyidik kini berharap yang bersangkutan segera menyerahkan diri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Langkah tegas yang sebelumnya dilakukan aparat, termasuk pemasangan garis polisi di sejumlah aset serta pengamanan beberapa kendaraan dan dua orang sopir untuk dimintai keterangan, merupakan bagian dari pengembangan perkara yang tengah ditangani secara intensif. Penyidik menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Perwakilan tim penyidik dari Bareskrim Polri di lapangan menyampaikan bahwa pihaknya membuka ruang bagi AS untuk bersikap kooperatif.
“Kami mengimbau agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri dan memberikan keterangan secara terbuka kepada penyidik. Sikap kooperatif tentu akan menjadi pertimbangan dalam proses hukum selanjutnya,” ujar sumber internal kepolisian.
Menurutnya, penegakan hukum dalam perkara ini bukan semata-mata untuk menetapkan tersangka, tetapi juga untuk mengurai secara terang benderang dugaan praktik tata kelola timah yang merugikan negara dan mencederai tata kelola sumber daya alam di Bangka Belitung.
Kasus ini sendiri menjadi perhatian luas publik karena nilai kerugian negara yang disebut-sebut mencapai angka fantastis. Aparat penegak hukum berkomitmen menuntaskan perkara hingga ke akar, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang turut terlibat.
Penyidik menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, langkah paling bijak yang dapat ditempuh adalah memenuhi panggilan penyidik dan mengikuti seluruh tahapan proses hukum secara terbuka.
“Kami pastikan seluruh tindakan dilakukan berdasarkan surat perintah resmi dan mekanisme hukum yang berlaku. Tidak ada yang kebal hukum. Siapa pun yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai perannya,” tegasnya.
Di sisi lain, aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berbagai spekulasi yang beredar. Proses penyidikan membutuhkan waktu dan ketelitian agar seluruh alat bukti dapat dikumpulkan secara sah dan akurat.
Dengan adanya pengembangan terbaru ini, publik kini menantikan sikap dari AS sebagai pihak yang diduga memiliki peran penting dalam perkara tersebut.
Harapan besar pun disampaikan agar yang bersangkutan segera memenuhi panggilan hukum demi memperjelas duduk perkara serta menunjukkan itikad baik di hadapan penegak hukum.
Pihak Bareskrim Polri menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus dugaan mafia timah ini secara transparan, profesional, dan akuntabel. Penegakan supremasi hukum diharapkan menjadi momentum pembenahan tata kelola pertambangan, sekaligus memberikan efek jera bagi para pelaku yang mencoba merugikan negara.
Share this content:
