08 Maret 2026

Bangka, Faktamediababel.com — 

Insiden dugaan kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tiga wartawan yang sedang melakukan peliputan di kawasan gudang PT PMM, di Jalan Lintas Timur, Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka, dilaporkan mengalami tindakan intimidasi hingga kekerasan fisik, Sabtu (7/3/2026).

Ketiga jurnalis tersebut yakni Dedy Wahyudi dari BERITAFAKTA.COM, Frendy Primadana yang merupakan kontributor TV One Bangka Belitung, serta Wahyu Kurniawan dari SUARAPOS.COM.

Peristiwa itu bermula ketika para wartawan menerima informasi mengenai adanya anggota Satgas, yang disebut-sebut dikepung oleh massa di sekitar lokasi gudang PT PMM. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, ketiganya kemudian mendatangi lokasi guna melakukan peliputan.

Wahyu Kurniawan menceritakan, dirinya bersama Frendy Primadana awalnya tiba di lokasi dan kemudian bertemu dengan Dedy Wahyudi di tepi Jalan Lintas Timur. Mereka lalu bersama-sama mendekati area gudang PT PMM.

Setibanya di lokasi, para wartawan mencoba menggali informasi, dengan menanyakan situasi kepada dua petugas keamanan, yang berjaga di pintu masuk gudang. Dari keterangan satpam, sempat terjadi keributan, namun disebut berlangsung di luar kawasan perusahaan, tepatnya di depan kantor PT PMM.

Tidak lama kemudian, Dedy Wahyudi melihat sebuah truk hendak masuk ke dalam area gudang dan mencoba mengambil gambar menggunakan kameranya. Namun tindakan itu diduga membuat sopir truk tidak senang. Sopir tersebut kemudian turun dari kendaraan dan meminta Dedy menghapus foto yang telah diambil.

“Setelah foto dihapus, truk tersebut kemudian masuk ke dalam area gudang,” ujar Wahyu.

Situasi kembali memanas beberapa saat kemudian, ketika sebuah mobil minibus Toyota berwarna silver tiba di lokasi. Dua satpam yang sebelumnya berbincang dengan wartawan menghampiri kendaraan tersebut.

Salah satu orang yang keluar dari mobil memperlihatkan tanda pengenal, kemudian bersama dua satpam masuk ke dalam area gudang dan meminta para wartawan menunggu di luar.

Tak lama berselang, truk yang sebelumnya masuk ke area gudang kembali keluar. Saat itulah Dedy kembali mencoba mengambil gambar. Diduga melihat aksi tersebut, sopir truk turun dari kendaraan dan langsung melayangkan pukulan ke arah wajah Dedy.

“Dia juga sempat mengancam dengan mengatakan akan memanggil rekan-rekannya,” kata Wahyu.

Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, Wahyu dan Frendy berniat meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. Namun upaya itu terhambat, setelah seseorang yang diduga petugas keamanan menarik baju Frendy dari belakang, hingga membuatnya terjatuh dari motor.

Wahyu berhasil meninggalkan lokasi, sementara Frendy dan Dedy sempat tertahan oleh pihak keamanan perusahaan.

Beberapa waktu kemudian, Wahyu mencoba menghubungi Frendy untuk memastikan kondisi mereka. Dalam komunikasi tersebut, Frendy meminta Wahyu segera mencari bantuan, agar mereka dapat keluar dari area gudang PT PMM.

Kejadian ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis di Provinsi Bangka Belitung dan menimbulkan tanda tanya besar, ada apa dengan PT PMM, hingga terlihat seperti phobia dengan wartawan. 

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah awak media masih terlihat di Mapolda Babel, untuk memastikan kelanjutan atas proses hukum yang telah dilaporkan saat ini. (***)

Share this content:

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *