
JAKARTA, Faktamediababel.com – Dewan Pimpinan Pusat Pro Jurnalismedia Siber (PJS) sukses menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-4 di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Mengusung tema *“Meneguhkan Integritas dan Kompetensi Wartawan untuk Pers yang Lebih Mandiri, Profesional, dan Diakui”*, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi serta arah perjuangan organisasi pers siber di Indonesia.
Rapimnas yang berlangsung penuh semangat kebersamaan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPD dan DPC PJS dari berbagai daerah di Indonesia. Suasana kekeluargaan dan solidaritas antar insan pers terasa kuat sepanjang kegiatan yang dipandu oleh Muhammad Zen, sekretaris PJS Bangka Belitung.
Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis terkait masa depan pers siber menjadi fokus pembahasan, mulai dari peningkatan kompetensi wartawan, perlindungan hukum, hingga tantangan media digital di era kecepatan informasi.
Ketua DPP PJS Divisi Advokasi dan Pembelaan Wartawan, Eko Puguh, SH., MH, menegaskan pentingnya penguatan pemahaman hukum bagi wartawan di tengah derasnya perkembangan media digital saat ini.
Menurutnya, profesionalisme seorang jurnalis tidak hanya diukur dari kemampuan menulis berita, tetapi juga pemahaman terhadap aspek legalitas dalam kerja jurnalistik.
Eko yang juga dikenal sebagai Mediator Bersertifikat (CPM) dan Ahli Hukum Kontrak (CPCLE) menyampaikan bahwa kehadiran tenaga ahli hukum, hakim arbitrase, hingga advokat dalam tubuh organisasi merupakan bentuk komitmen nyata PJS dalam memberikan perlindungan serta edukasi kepada anggotanya.
> “Wartawan harus dibekali pemahaman legalitas yang kuat. Kehadiran ahli hukum, hakim arbitrase, hingga advokat di internal organisasi adalah bentuk nyata komitmen PJS dalam memberikan perlindungan dan edukasi bagi anggotanya,” tegas Eko.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar DPP PJS, Dr. Rizaludin Kurniawan, M.Si, memberikan pandangan kritis mengenai tantangan media siber di era digital.
Ia menilai, tantangan terbesar media saat ini bukan semata persaingan dengan perusahaan media besar, melainkan kecepatan distribusi informasi yang kini dikuasai media sosial.
Menurut Rizaludin, media siber harus mampu beradaptasi dengan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin cepat tanpa mengabaikan prinsip dasar jurnalistik, yakni akurasi dan integritas.
“Media siber dituntut mampu menandingi kecepatan platform media sosial seperti TikTok, namun tetap menjaga kualitas dan kebenaran informasi. Integritas profesi harus tetap dijaga agar marwah wartawan tetap agung dan terhormat,” ujarnya.
Ia juga mendorong insan pers PJS untuk tetap menjalankan fungsi *watchdog* atau pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan kebijakan publik secara kritis serta independen, sebagaimana semangat perjuangan pers Indonesia sejak dahulu.
Di sisi lain, Pimpinan Umum PJS, Mahmud Marhaba, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Rapimnas yang tetap hadir dan menunjukkan loyalitas tinggi terhadap organisasi meskipun di tengah keterbatasan anggaran dan waktu.
Mahmud menegaskan bahwa fokus utama PJS saat ini adalah membangun organisasi pers yang mandiri, profesional, dan memiliki pengakuan luas di tingkat nasional.
“Tujuan kita jelas, menjadikan PJS sebagai wadah yang profesional dan diakui secara luas. Saya juga memberikan penghormatan khusus kepada Bapak Kandidat Dr. Eko Puguh atas dedikasinya dalam memperkuat struktur organisasi ini,” ujar Mahmud.
Menutup rangkaian Rapimnas ke-4, Mahmud menyampaikan kabar optimistis terkait perkembangan organisasi.
Berdasarkan hasil koordinasi bersama DPD dan DPC seluruh Indonesia, jumlah anggota PJS disebut telah mengalami peningkatan signifikan dan mencapai target yang ditetapkan.
Dengan capaian tersebut, PJS optimistis mampu memenuhi syarat untuk mengajukan diri sebagai konstituen Dewan Pers.
> “Alhamdulillah, jumlah keanggotaan kita saat ini telah mencapai target yang ditentukan. Dengan kekuatan kolektif ini, PJS siap mengajukan diri ke Dewan Pers. Kita optimis bisa melampaui syarat yang ada untuk menjadi konstituen yang diakui,” pungkas Mahmud disambut tepuk tangan peserta.
Rapimnas ke-4 ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Pro Jurnalismedia Siber terus bergerak sebagai organisasi pers yang progresif dalam memperjuangkan kompetensi, perlindungan, dan kesejahteraan wartawan siber di Indonesia.
Dengan semangat integritas dan profesionalisme, PJS optimistis mampu menjadi bagian penting dalam membangun masa depan pers nasional yang lebih kuat, independen, dan bermartabat. (Yopi Herwindo/Reporter KBO Babel melaporkan).
Share this content:
