24 Juni 2026

TOBOALI, Faktamediababel.com — RSUD Kriopanting Kabupaten Bangka Selatan menerima kunjungan tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pangkalpinang dalam kegiatan Sosialisasi Monitoring Efek Samping Obat (MESO) dan Biofarmasetika yang dilaksanakan di lingkungan RSUD Kriopanting, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh tenaga kesehatan dan pegawai terkait di RSUD Kriopanting sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemantauan dan pelaporan efek samping obat, sekaligus memperkuat mutu pelayanan kefarmasian serta budaya keselamatan pasien di rumah sakit.

Dalam sosialisasi tersebut, tim BBPOM Pangkalpinang memberikan edukasi mengenai peran tenaga kesehatan dalam melakukan monitoring penggunaan obat, identifikasi efek samping yang mungkin terjadi pada pasien, hingga tata cara pelaporan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai aspek biofarmasetika yang berkaitan dengan mutu, keamanan, dan efektivitas obat yang digunakan dalam pelayanan kesehatan.

Plt. Direktur RSUD Kriopanting Bangka Selatan, Himawan, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi MESO merupakan langkah penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan serta mendukung pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim BBPOM Pangkalpinang yang telah memberikan edukasi dan penguatan pemahaman kepada seluruh pegawai terkait. Kegiatan ini sangat penting karena keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam setiap pelayanan yang kami berikan,” ujar Himawan.

Ia menjelaskan bahwa pemantauan efek samping obat tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kefarmasian, tetapi juga seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan pasien. Dengan adanya pemahaman yang baik mengenai MESO, potensi risiko penggunaan obat dapat dideteksi lebih dini sehingga dapat segera dilakukan langkah-langkah penanganan yang tepat.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh tenaga kesehatan di RSUD Kriopanting semakin aktif dalam melakukan pengawasan penggunaan obat yang aman, efektif, dan berkualitas. Pelaporan efek samping obat yang dilakukan secara tepat juga akan menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Himawan juga menegaskan bahwa RSUD Kriopanting terus berkomitmen untuk mendukung berbagai program peningkatan mutu layanan kesehatan, termasuk penguatan sistem keselamatan pasien dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Menurutnya, kerja sama antara rumah sakit dengan berbagai lembaga pengawas dan instansi terkait menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan terpercaya bagi masyarakat Bangka Selatan.

Melalui kegiatan sosialisasi MESO dan Biofarmasetika ini, diharapkan seluruh pegawai RSUD Kriopanting dapat memahami pentingnya peran masing-masing dalam pengawasan penggunaan obat serta mampu berkontribusi aktif dalam menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang lebih aman dan bermutu.

Dengan meningkatnya kesadaran dan kompetensi tenaga kesehatan dalam monitoring efek samping obat, RSUD Kriopanting optimistis dapat terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya budaya keselamatan pasien yang berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.

Share this content:

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *