
Toboali, Faktamediababel.com – Mewakili Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid, S.T., M.Tr.IP, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bangka Selatan, Haris Setiawan, S.Pi., M.T., menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Padi Bersama yang diselenggarakan oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di sawah Poktan Setia Kawan I, Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini digelar dalam rangka percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (Pj Swasembada Pangan Kabupaten Bangka Selatan), Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Komandan Kodim Bangka Selatan, Kepala Balai Wilayah Sungai Kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan Cabang Perum BULOG Kancab Bangka, Account Executive PT Pupuk Indonesia Holding Company Wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Camat Toboali, Ketua Kelompok Substansi Penyuluh Pertanian Kepulauan Bangka Belitung, Katimker Penyuluh Kabupaten Bangka Selatan, Kepala Desa Rias, para Babinsa dari Desa Rias, Kepoh, Serdang, Pergam, Bikang, Gadung, dan Jeriji, para penyuluh pertanian se-Kabupaten Bangka Selatan, Gapoktan Desa Rias, Kepoh, Serdang, Pergam, Bikang, Gadung, dan Jeriji, serta Brigade Pangan se-Kabupaten Bangka Selatan.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung, Intan Rahayu, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa sektor pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memegang peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Karakteristik wilayah kita memiliki tantangan tersendiri, mulai dari luas sawah aktif yang terbatas, kondisi sebagian lahan eks tambang, adanya lahan rawa dan air payau di beberapa lokasi, hingga dinamika sosial ekonomi petani. Situasi ini menuntut kerja yang lebih terkoordinasi, terencana, dan berbasis inovasi,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun 2025, Luas Tambah Tanam (LTT) Bangka Belitung mencapai 18.419 hektare dari luas baku sawah 22.561,38 hektare, dengan Indeks Pertanaman (IP) sekitar 1,2. Angka tersebut menunjukkan peluang peningkatan IP masih terbuka melalui percepatan tanam, pengelolaan pola tanam, serta akselerasi rehabilitasi lahan vegetasi berat dan menengah.
Memasuki tahun 2026, melalui Satgas Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bangka Belitung mendapat target 3.927 hektare yang terdiri dari optimalisasi lahan 1.500 hektare, luas tanam reguler 910 hektare, padi gogo 1.517 hektare, serta luas panen 818 hektare. Selain itu, akan dibentuk delapan Brigade Pangan, dengan dukungan serapan jagung 842 ton, gabah 3.040 ton, dan pupuk 11.033 ton.
Namun demikian, hingga Februari 2026, luas tanam padi di Bangka Belitung baru mencapai 1.156,49 hektare. Potensi luas panen berdasarkan KSA BPS periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan seluas 5.138 hektare, yang berasal dari pertanaman Oktober hingga Desember 2025 seluas 5.026 hektare.
Dari sekitar 22 ribu hektare luas baku sawah, lahan yang dapat dioptimalkan menjadi lahan baku sawah (LBS) aktif sekitar 8.817 hektare. Selebihnya masih didominasi vegetasi berat dan sedang, kawasan hutan lindung, hutan produksi, lahan bera akibat irigasi rusak atau air payau, serta lahan yang telah beralih fungsi. Untuk itu, dukungan pemerintah daerah dan Forkopimda dinilai penting dalam menjaga lahan sawah eksisting serta mendorong pembukaan lahan secara bertahap, terencana, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa saat ini terdapat 254 penyuluh pertanian di Kepulauan Bangka Belitung yang seluruhnya telah melaporkan LTT melalui e-Pusluh. Hal ini menunjukkan kerja penyuluhan semakin tertib administrasi dan berbasis data, tidak hanya dalam pendampingan budidaya, tetapi juga memastikan percepatan tanam berjalan tepat waktu dan terukur.
Berdasarkan Oplah 2024, telah terbentuk 48 Brigade Pangan dengan luas lahan 10.205 hektare. Capaian realisasi Oktober 2024 hingga September 2025 seluas 11.990,45 hektare dengan IP 170,94. Untuk tahun 2026, dengan target oplah 1.500 hektare, akan dibentuk delapan Brigade Pangan tambahan.
Gerakan Tanam Bersama ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama dalam memastikan proses produksi berjalan optimal dari hulu hingga hilir. Sebagai bagian dari modernisasi pertanian, gerakan tanam kali ini memanfaatkan teknologi drone untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat proses tanam, serta menghemat tenaga dan biaya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bangka Selatan, Haris Setiawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Gerakan Tanam Padi Bersama menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh petani untuk terus bersemangat, memanfaatkan pendampingan dan teknologi yang tersedia, serta menjaga produktivitas dan kualitas hasil pertanian,” ujarnya.
Menutup pesannya Haris Setiawan berharap, melalui kolaborasi dan inovasi yang terus diperkuat, upaya bersama ini dapat membawa hasil yang melimpah serta memberikan keberkahan bagi masyarakat Bangka Selatan dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Share this content:
