
Pulau Besar, Faktamediababel.com – Dalam suasana penuh semangat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Pawai Ta’aruf yang digelar Kelompok Kerja Guru PAUD menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Kecamatan Pulau Besar.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud nyata syiar Islam, penguatan pendidikan karakter, serta komitmen bersama dalam membangun generasi yang berakhlak dan berdaya saing.
Camat Pulau Besar, Hengky, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Kelompok Kerja Guru PAUD atas dedikasi dan kerja keras dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai, pawai ta’aruf menjadi simbol bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari pondasi yang paling mendasar, yakni pembentukan akhlak dan karakter anak-anak sejak usia dini.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif Kelompok Kerja Guru PAUD.
Kegiatan ini bukan hanya memeriahkan datangnya Ramadhan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi anak-anak kita.
Pembangunan sejati harus dimulai dari pondasi akhlak,” ujar Hengky.
Ia menegaskan bahwa para guru PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan Pulau Besar. Menurutnya, guru PAUD adalah arsitek karakter generasi penerus yang kelak akan menentukan arah pembangunan daerah.
“Guru-guru PAUD adalah arsitek karakter generasi Pulau Besar. Di tangan panjenenganlah fondasi iman, disiplin, dan semangat belajar ditanamkan. Dari ruang-ruang kelas PAUD inilah akan lahir generasi yang siap membangun kawasan transmigrasi menjadi kawasan yang maju dan berdaya saing,” tegasnya.
Hengky juga menyampaikan bahwa pendidikan usia dini bukan semata-mata soal kemampuan akademik seperti membaca dan berhitung, tetapi lebih jauh tentang pembentukan kepribadian, penanaman nilai moral, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.
Selain kepada para guru, Camat Pulau Besar juga mengajak para orang tua dan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat ketahanan keluarga. Ia menekankan bahwa rumah adalah madrasah pertama dalam membentuk karakter anak.
“Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mempererat hubungan dalam keluarga. Rumah adalah tempat pertama anak belajar tentang nilai, adab, dan tanggung jawab. Apa yang ditanamkan di rumah akan tercermin dalam sikap mereka di sekolah dan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hengky mengingatkan bahwa Pulau Besar kini menjadi bagian dari kawasan transmigrasi prioritas nasional. Status tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kawasan transmigrasi prioritas nasional tidak akan maju hanya dengan infrastruktur. Jalan dan bangunan bisa kita bangun, tetapi kemajuan sejati ditentukan oleh masyarakat yang berakhlak, rukun, dan produktif. Karena itu, pembangunan fisik harus sejalan dengan pembangunan iman,” katanya.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada anak-anak PAUD yang mengikuti pawai dengan penuh semangat dan keceriaan.
“Anak-anakku tercinta, sambutlah Ramadhan dengan semangat ibadah dan semangat belajar. Hormati guru-guru kalian, sayangi orang tua kalian. Kalian adalah generasi emas yang kelak akan memimpin dan memajukan Pulau Besar,” pesan Hengky dengan penuh harap.
Menutup sambutannya, Hengky mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadhan 1447 H sebagai titik tolak kebangkitan spiritual sekaligus kebangkitan pembangunan Pulau Besar.
“Kemajuan ekonomi harus seiring dengan kekuatan akhlak. Infrastruktur boleh tumbuh, tetapi karakter harus lebih kokoh. Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai awal kebangkitan Pulau Besar yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya.
Pawai Ta’aruf PAUD hari itu pun menjadi pengingat bahwa langkah besar sebuah daerah selalu dimulai dari langkah kecil anak-anaknya. Dari senyum polos mereka, tersimpan harapan besar akan masa depan Pulau Besar yang gemilang.
Share this content:
