06 Februari 2026
Caption Poto: Konfrensi Pers Senin 28/7/2025.

Bangka Selatan, Faktamediababel.com — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar konferensi pers resmi terkait meninggalnya Z.A.H., siswa kelas 5 SDN 22 Desa Rias, Kecamatan Toboali, yang diduga menjadi korban bullying. Konferensi ini digelar di ruang pertemuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (28/7/2025), dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan, Ansory.

Dalam pernyataannya, Ansory menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya Z.A.H. Ia menegaskan bahwa peristiwa tragis ini menjadi pukulan berat bagi dunia pendidikan di Bangka Selatan dan harus menjadi bahan evaluasi bersama.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tentunya turut berbela sungkawa atas meninggalnya anak didik kita di SDN 22. Perlu kita tegaskan bahwa kejadian ini tidak luput dari tanggung jawab semua pihak—baik guru, orang tua, hingga lingkungan sekitar anak,” ujar Ansory di hadapan wartawan dan para peserta konferensi.

Menurut Ansory, kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Setiap kejadian kekerasan atau perlakuan tidak menyenangkan di sekolah harus segera ditindaklanjuti.

“Jika ada laporan atau melihat kejadian yang tidak wajar di sekolah, itu harus ditangani serius. Guru harus memanggil dan menegur pelaku, sekolah harus membicarakannya secara terbuka, dan orang tua juga harus lebih proaktif menanyakan aktivitas anak setiap hari,” tambahnya.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk memberikan perhatian lebih terhadap perilaku anak, baik dari sisi emosional maupun fisik.

“Sepulang sekolah, orang tua harus menanyakan apa saja aktivitas anak, bagaimana perasaannya hari itu, apakah ada yang berubah secara fisik maupun psikologis. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Hingga saat ini, pihak Dinas Pendidikan masih menunggu hasil investigasi resmi dari Dinas Sosial, pihak RSUD Bangka Selatan, serta Polres Bangka Selatan terkait penyebab pasti meninggalnya almarhum Z.A.H.

Guru kelas Z.A.H., Nokta, yang turut hadir dalam konferensi pers, memberikan sedikit keterangan mengenai kondisi korban sebelum wafat. Ia menyampaikan bahwa sebelum Z.A.H. dirawat, pihak sekolah sempat berkomunikasi dengan keluarga korban.

“Kami sempat bertanya kepada orang tua mengapa anak dioperasi. Dari komunikasi lewat WhatsApp, keluarga menyampaikan bahwa almarhum memiliki riwayat gangguan pencernaan, yang katanya karena kebiasaan makan mie instan dan konsumsi cabai secara berlebihan,” jelas Nokta.

Namun demikian, pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya hasil penyelidikan medis kepada rumah sakit dan kepolisian.

Konferensi pers ini juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan lembaga terkait, seperti Plt. Kepala Dinas Kominfo, Kepala Bidang Diskominfo, Kepala Sekolah SDN 22, perwakilan Lembaga Konsultasi Perlindungan Anak Indonesia (LKPAI) Babel, serta para guru yang mendampingi.

Perwakilan LKPAI Babel yang hadir juga menyatakan kesiapan lembaganya untuk memberikan pendampingan dan konseling, baik kepada pihak keluarga korban, siswa lainnya, maupun lingkungan sekolah secara umum agar tidak terjadi trauma berkepanjangan.

Sebagai langkah tindak lanjut, Ansory menegaskan bahwa Pemkab Bangka Selatan akan memperketat sistem pelaporan dan pengawasan di seluruh sekolah dasar di wilayahnya. Edukasi anti-bullying akan digencarkan, termasuk pelatihan bagi guru dan penyuluhan kepada orang tua.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Ini bukan hanya soal duka, tetapi juga momentum untuk memperbaiki sistem pendidikan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan sehat bagi seluruh anak-anak kita,” tutup Ansory.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan menyerukan kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan asumsi atau informasi yang belum terbukti secara resmi, demi menghormati proses hukum dan menjaga kehormatan semua pihak.

Share this content:

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *