17 Maret 2026

Belitung Timur, Faktamediababel.com –

Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Bangau Putih VI dilaporkan hilang setelah terjatuh dari kapal, saat menjaring cumi di Perairan Laut Jawa. Kejadian ini memicu operasi pencarian dan pertolongan oleh Tim SAR Gabungan yang dikerahkan dari Belitung Timur.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang, I Made Oka, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari pemilik kapal pada Jumat (17/10/2025) pagi, terkait hilangnya salah satu ABK kapal yang diketahui bernama Hardianto (L/23).

“Kami kembali menerima informasi kejadian yang menimpa salah satu ABK kapal KM Bangau Putih VI, yang dikabarkan terjatuh dari kapal saat menjaring cumi. Tim kita gerakkan segera untuk merespon cepat informasi yang masuk. Untuk sementara tim masih dalam proses perjalanan menuju lokasi kejadian. Pencarian akan dilakukan dengan menyisir di permukaan air. Semoga upaya pencarian dapat segera membuahkan hasil,” ungkap Oka melalui rilis resmi Kansar Pangkalpinang.

Kronologi Kejadian

KM Bangau Putih VI diketahui berangkat dari Muara Angke, Jakarta, pada 11 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB, menuju lokasi penangkapan cumi di perairan Laut Jawa bagian utara, tepatnya di koordinat 4°05’31.2″S 109°25’14.0″E. Kapal tersebut membawa total 10 orang personel (POB).

Setibanya di lokasi pada 15 Oktober 2025, para ABK langsung melakukan persiapan untuk menjaring cumi. Sekira pukul 21.58 WIB, usai memasang jaring, seluruh lampu kapal dimatikan. Saat lampu dinyalakan kembali dan proses penarikan jaring dimulai, Nahkoda kapal, Warma, menyadari satu orang ABK tidak berada di atas kapal.

Pencarian internal langsung dilakukan oleh kru kapal mengikuti trek yang terekam di GPS, namun hingga pukul 11.30 WIB, korban tidak berhasil ditemukan. Situasi diperparah dengan kondisi cuaca yang saat itu dilaporkan mengalami gelombang tinggi.

Setelah pencarian awal tidak membuahkan hasil, Nahkoda kemudian menginformasikan kejadian kepada pemilik kapal, yang langsung menghubungi Kantor SAR Pangkalpinang untuk meminta bantuan.

Tim SAR Gabungan Dikerahkan

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kansar Pangkalpinang segera mengerahkan satu tim penyelamat dari Pos SAR Belitung Timur. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Rescuer Pos SAR Belitung, Ditpolairud, dan TNI AL diberangkatkan dari Pelabuhan ASDP Manggar menggunakan kapal cepat RIB (Rigid Inflatable Boat) milik Basarnas, menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 135  mil laut dari Manggar.

Upaya pencarian difokuskan pada penyisiran permukaan laut di sekitar koordinat jatuhnya korban. Hingga saat ini, tim masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian dan diharapkan segera tiba untuk memulai operasi SAR.

Pihak keluarga korban telah dihubungi dan diberi informasi terkait perkembangan pencarian. Operasi SAR ini akan terus dilakukan hingga ada perkembangan lebih lanjut. (*)

Share this content:

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *