Opini: Oleh Bambang Irawan, S.S.T.Ars
Wakil Ketua: PJS BANGKA SELATAN

Bangka Belitung, Faktamediababel.com — Dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah. Pertambangan, pertanian, dan perikanan menjadi bagian penting dari denyut ekonomi masyarakat.
Namun, di balik kekayaan tersebut, muncul pertanyaan besar yang patut menjadi perhatian bersama: sejauh mana kekayaan sumber daya alam tersebut benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung?
Khusus di sektor pertambangan, pemerintah perlu melakukan evaluasi dan audit secara menyeluruh terhadap tata kelola, kontribusi ekonomi, dampak lingkungan, serta manfaat yang diterima masyarakat. Audit bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam berjalan transparan, akuntabel, sesuai aturan, dan memberikan manfaat yang nyata bagi daerah serta masyarakat.
Pertambangan memang dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi. Namun, keberhasilan sektor tersebut tidak semestinya hanya diukur dari besarnya produksi atau nilai transaksi. Ada pertanyaan yang jauh lebih penting: berapa besar nilai tambah yang tinggal di Bangka Belitung? Berapa banyak masyarakat lokal yang memperoleh manfaat? Dan bagaimana kondisi lingkungan serta kehidupan masyarakat setelah kegiatan pertambangan berlangsung?
Jangan sampai daerah yang kaya akan sumber daya alam justru menghadapi persoalan sosial dan lingkungan yang berkepanjangan, sementara masyarakat di sekitarnya belum merasakan manfaat yang sebanding.
Karena itu, pemerintah perlu membuka ruang evaluasi yang lebih transparan terhadap sektor pertambangan. Data mengenai penerimaan daerah, kewajiban perusahaan, reklamasi, penggunaan lahan, tenaga kerja lokal, hingga program pemberdayaan masyarakat perlu dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Pada saat yang sama, Bangka Belitung tidak boleh menggantungkan masa depannya hanya pada sektor pertambangan. Pertanian dan perikanan merupakan potensi ekonomi yang juga harus diperkuat. Diversifikasi ekonomi menjadi penting agar masyarakat memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan dan tidak sepenuhnya bergantung pada komoditas tambang.
Kekayaan alam seharusnya menjadi modal untuk membangun masa depan, bukan sekadar menghasilkan keuntungan dalam jangka pendek.
Sudah saatnya kita bertanya secara terbuka: jika Bangka Belitung begitu kaya sumber daya alam, mengapa kesejahteraan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah?
Pertanyaan tersebut bukan untuk menyudutkan pihak tertentu. Justru sebaliknya, pertanyaan ini menjadi dorongan agar seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan lembaga pengawasan—bersama-sama memastikan bahwa kekayaan alam Bangka Belitung dikelola untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat dan keberlanjutan daerah.
Babel kaya sumber daya. Kini saatnya memastikan kekayaan itu juga menghadirkan kesejahteraan. (Red/*).
Bantu Up ketua
Share this content:
