13 Agustus 2026

BANGKA SELATAN, Faktamediababel.com — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus memperkuat sinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pangkalpinang dalam memastikan keamanan obat, makanan, kosmetik, dan produk kesehatan yang beredar di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Pemkab Bangka Selatan bersama BBPOM Pangkalpinang yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati Bangka Selatan, Selasa (11/8/2026). Pertemuan dipimpin Wakil Bupati Bangka Selatan, Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., dan dihadiri jajaran perangkat daerah terkait serta rombongan BBPOM Pangkalpinang yang dipimpin Kepala BBPOM Pangkalpinang, Alex Sander, S.Farm., Apt., M.H.


Audiensi tersebut membahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Beberapa agenda yang menjadi perhatian bersama antara lain pelaksanaan Program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA), integrasi Si DULANG POM ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bangka Selatan, penguatan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM), hingga pengawasan teknis di berbagai wilayah.

Wakil Bupati Debby Vita Dewi menyampaikan bahwa pengawasan obat dan makanan memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah siap mendukung berbagai program BBPOM, termasuk penguatan edukasi dan pelayanan informasi kepada masyarakat.


Menurutnya, sinergi lintas sektor perlu dilakukan secara konsisten agar setiap persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera dievaluasi dan ditindaklanjuti. Pemerintah daerah, BBPOM, pelaku usaha, maupun masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan pangan dan obat yang aman.


Sementara itu, Kepala BBPOM Pangkalpinang Alex Sander menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah. Pengawasan dinilai tidak cukup hanya dilakukan melalui pemeriksaan, tetapi juga harus dibarengi pembinaan dan edukasi agar pelaku usaha maupun masyarakat memahami ketentuan yang berlaku.


Dalam audiensi tersebut, BBPOM Pangkalpinang turut menyampaikan sejumlah hasil pemantauan di lapangan. Temuan yang menjadi perhatian antara lain peredaran kosmetik tanpa izin edar, praktik penjualan jamu keliling yang masih perlu memenuhi aspek higienitas dan keamanan, serta produk terasi yang berpotensi menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya.


Pengawasan juga diarahkan pada distribusi obat keras, terutama antibiotik. Edukasi mengenai penggunaan antibiotik secara tepat dinilai penting untuk mencegah resistensi dan penyalahgunaan obat. Apotek juga diingatkan untuk memastikan penyerahan antibiotik dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk berdasarkan resep dokter untuk obat yang mensyaratkannya.


Melalui pertemuan tersebut, Pemkab Bangka Selatan dan BBPOM Pangkalpinang sepakat memperkuat koordinasi serta menindaklanjuti agenda teknis yang telah dibahas. Penguatan kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan sistem pengawasan yang lebih efektif, pelayanan publik yang semakin mudah diakses, serta perlindungan kesehatan masyarakat yang lebih optimal.


Dengan kolaborasi yang semakin solid, Kabupaten Bangka Selatan diharapkan mampu mewujudkan ekosistem pangan dan obat yang aman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih, membeli, dan menggunakan produk yang beredar.

Share this content:

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *